Terkadang jika ingin mendapatkan sesuatu kita harus
berkorban, dan menelan pil pahit sebelum berubah menjadi gula. Sudah 7 bulan
aku berada di Negri Tirai Bambu. Sedangkan teman-temanku di jogja banyak yang
sudah bekerja, disosmed sering update sedang belanja lalu nongkrong senang-senang.Sedangkan aku disini setiap hari kekampus lalu kembali ke asrama jika belanjapun hanya belanja beras, minyak telur.
Banyak teman dan
kerabat bertanya berapa biaya hidup aku tinggal di China? Jawabannya sesuai
kebutuhan dan kerelaan. Kok jawabnya aneh? Hehe
Sebenarnya aku kuliah di China hanya uang kuliah dan asrama
yang gratis sedangkan biaya hidup sendiri, Ayahku setiap bulan mengirimkan aku
uang. Kartu atm yang aku pegang adalah tabungan ayahku, jadi jika ada apa-apa
masalah kartu disini, ayahku yang ngurus di bank Indo, Aku memakai tabungan mandiri dan setiap mengambil uang kena potongan 25ribu rupiah, pernah suatu hari aku hanya iseng melihat jumlah di atm sampai 2x sehari kena potongan 50ribu aaaa :D .
Per bulan ayahku
mengirimkan uang 350 yuan. Dari jumlah itu 50 yuan berkurang untuk membayar
wifi kamar. Sedangkan sisanya 300 yuan atau sekitar 600ribu rupiah untuk hidup
sebulan. Sebenarnya Didalam atm masih tetapi aku memang membatasi belanja
kebutuhanku, selain karena uang itu hasil jerit payah Orang tuaku aku juga
belajar untuk mengatur keuangan.
Nah lalu bagaimana dengan kubutuhan lain misalnya dalam keadaan
darurat harus beli pembalut, tisu atau obat? Sebenarnya aku cukup hemat dalam
hal makan, aku melihat dalam tulisan di papan bahwa harga termurah untuk makan
6 yuan jika 300/30 maka sehari aku bisa makan 2x sehari itupun jika tidak ada
kebutuhan mendesak. Beruntung di dalam asrama aku boleh memasak, ini sangat
membantuku, jadi aku bisa lebih benar-benar hemat. Dengan uang 200 yuan aku
bisa makan 3x sehari dalam satu bulan. Sedangkan sisanya aku tabung untuk
membeli kebutuhan lain.
Lalu bagaimana jika di asrama tidak boleh memasak?
Temanku yang dari Indo bercerita dia per bulan habis 700 yuan itupun jika makan dikantin kampus karena lebih murah, sedangkan teman China bilang bahwa dirinya habis minimal 1000yuan per bulan. Sedangkan temanku yang dari China daerah lain mengaku uang 700 yuan itu tidak cukup untuk hidup dirinya selama satu bulan.
Sebenarnya berapapun besar kecilnya biaya hidup tergantung masing-masing pola hidup dan daerah yang di tempati. Jangan pernah takut duluan sebelum mencoba, Sesulit masalah pasti ada jalan keluarnya, dan kesempatan tidak hadir untuk kedua kalinya. Selagi muda buatlah pengalamanmu!\
![]() |
daftar menu dikantin |
Apa jadi nya kalo tinggal dicina tapi tidak bisa menggunakan bahasa sana
ReplyDeletemenginspirasi banget ceritanya. februari aku juga akan tinggal di China untuk aupair. aku akan tinggal di Shenzhen selama kurang lebih 6 bulan. nanti bisa sharing2 ya kak ttg kehidupan d China. kebetulan aku anak jogja juga
ReplyDeleteUdah balik dari auoair gan?
DeleteMana ceritamu jadi kepo ^ ^
Halo mas. Saya krisna. Mau ke shenzhen juga. Kalau boleh mau tanya2 ttg kehidupan disana. Trims
ReplyDeleteAku juga tinggal di China, tepatnya di Beijing, cerita soal tinggal di Beijing juga dituangkan di blogku, salam kenal.
ReplyDeleteMorning-dew.weebly.com/blog
kalau boleh tau di china di daerah mana nya ya ?
Deletesis, memang cukup ya hanya 300 rmb ? hehe hebaat ya kamu, klo bole tau kmu di china daerah mana nya ? aku ada rencana belajar bahasa mandarin disana
ReplyDeleteKak.kalau boleh tau kakak di china daerah mana?
ReplyDelete