Sunday, March 8, 2015

Aaaa TIDAK!! Temanku Meninggalkan China

Ini bermula saat temanku sebut saja dia Yisa liburan musim dingin ke Guangzhou, dia bersama dua teman kelas dan dua teman dari universitas lain liburan ditempat orang yang mereka sebut "Ayah". Mereka semua dari Afrika, sedangkan Ayah yang mereka sebut-sebut juga berasal dari Afrika yang juga berprofesi Manajer di perusahaan Guangzhou.
Bulan January awal Yisa sempat mengirimkan pesan Whatsaap "Bagaimana liburanmu? semoga selalu menyenangkan" kemudian tak lama dari hari itu temanku dirawat di rumahsakit Guangzhou. Selama beberapa hari dia dirawat dan keluar dari rumahsakit.
Februari akhir mendadak temanku yang cowok kirim pesan di grup QQ yang mengatakan bahwa saat yisa dan temannya bermain internet tiba-tiba ada polisi datang, polisi itu menanyakan paspor. Ternyata mereka belum ijin tinggal di Guangzhou, langsung saja polisi itu menahan paspor dua orang itu dan berkata "kalian diberi waktu 10 hari untuk membawa uang 8 juta rupiah, paspor tetap kami tahan" temanku nangis dia menjelaskan bahwa dia hanya seorang mahasiswa mana mungkin bawa uang segitu.
Padahal masuk kuliah tinggal beberapa hari lagi.
Satu minggu kemudian temanku yang cowok sudah datang dikampus, sedangkan yisa masih di Guangzhou. Temanku bilang yisa dan temannya sudah menyerahkan uang 8juta tetapi paspor tetap tidak bisa diterima. Dosen dikampus juga sudah membantu tetapi tidak ada hasil.
Akhirnya yisa diberi waktu 15 hari untuk kemas-kemas barang mninggalkan China. huaaa sedihh gak ketemu yisa lagi.
Ada yang bilang kalau di Guangzhou yisa kerja, tapi intinya dipaspor tidak ada surat ijin. kata dosenku kalau bepergian ke provinsi lain yang tidak tercantum dalam visa hnya boleh maksimal satu minggu.
Peraturan disini ketat yaa..
hati-hati bila ingin tinggal lama di China perhatikan visa.




0 comments:

Post a Comment