Tuesday, February 24, 2015

Suka duka tinggal sendirian di Apartemen Luar Negri

Pada dasarnya apartemen yang kini aku tempati ini adalah asrama guru karena dulunya daerah sini adalah kawasan kampus, sedangkan didepan asramaku adalah asrama mahasiswa tetapi sekarang sangat sedikit yang menempati.
Aku awalnya merasa takut tinggal sendiri di kamar ini, iyah dosen menempatkanku pada satu kamar yang jauh dari kampus karena di asrama kampus yang baru tidak ada peralatan masak dan mayoritas pedagang menggunakan minyak babi. tepat tanggal 04 Oktober 2014 aku pertama kali menempati kamar ini, pikiranku langsung terngiang kata kakak angkatanku yang tahun kemarin tinggal disini, dia bilang "dek jangan kaget liat kamarnya ya" oke aku menguatkan hati tuk beradaptasi disini. Didalam kamar ini terdapat kompor listrik, kulkas, dispenser, setrika, wifi dan air panas kalo mau mandi.
Selama beberapa hari aku ditemani beberapa teman china tinggal satu kamar denganku, aku pikir dosenku yang disini memang sudah merencanakan tiap malam dua orang menemaniku disini.
Sampai tanggal 6 Oktober 2014 aku sudah tidak takut lagi tinggal sendirian, dan aku berkata kepada mereka untuk tidak usah menemaniku kembali karena itu pasti mengganggu aktivitas mereka.
Awalnya aku takut hantu, tetapi mengingat aku berada di Negara berbeda apa iya disini ada hantu-hantu yang terkenal di Indo? hehe aku pikir sih tidak. Mungkin kalopun ada ya Vampire tapi masak dia mau masuk lompat-lompat gitu bangunin guru-guru yang tinggal di sekitar kamarku donk.
Hal yang aku takuti adalah mati listrik, iyah kenapa? karena ketika mati listrik maka mati kegiatanku.  Tidak bisa masak, minum air dingin, mandi air dingin dan yang paling penting wifi juga mati, apalagi jika mati listriknya malam hari, tapi tetanggaku baik, dia kalo tahu mati listrik malam hari dia main dikamarku terus kita nonton film atau sekedar ngobrol.
Tapi tinggal sendirian itu tidak ada teman yang diajak ngbrol dari bangun tidur hingga mau tidur lagi, apalagi jika liburan musim dingin dan imlek, semua dosen disini pulang kampung, begitu keluar kamar hanya ada daun yang tertiup angin (apasih). yah selama dua bulan sendirian dikamar nonton film dan bertahan hidup (masak, nyuci, nafas) hahaha tapi itupikiranku sebelum aku mengalami masa liburan ini, ternyata ada temanku yang tinggal di deket apartemen jadi tiap kali ada matahari kita main bareng jalan-jalan.
Tinggal sendirian juga harus pintar ngurus kesehatan pasalnya jika tangan kena luka atau demam flu dll harus sedia obat sendiri. yahh aku beberapa kali pagi-pagi demam lalu bangun dan buat bubur lalu minum obat, belum lagi pas malam-malam buka kaleng minuman tanganku tergores kaleng, keluar banyak darah dan aku tidak sedia perban langsung aku ambil tisu aku ikat tanganku lalu sprei dan bantal aku cuci.
Di asrama kampus baru, untuk mahasiswa china sendiri satu kamar bisa diisi 10 orang lebih banyak banget, tapi ada juga yang satu kamar 4 orang seperti mahasiswa asing. Tetapi di asrama kampus tidak boleh masak, dan akupun bingung ketika mau sholat, aku harus naik ke ranjang yang tingkat itu eh ternyata aku cuma bisa duduk gak bisa berdiri karena atapnya terlalu pendek, nah loh mau sholat aja pake ribet, Temanku yang juga dari Indo juga bilang, untuk awal-awal dia harus membeli bedcover+ kasur sendiri, juga terkadang tidak ada air panas bahkan airpun jarang mengalir. Padahal aku disini mandi sesuka hatiku dan air selalu ada.
Berkali-kali aku bersyukur ditempatkan di apartemen dosen, walopun jauh dari kampus tetapi akomodasi terjamin, tiap hari diantar jemput pake bis kampus yang terparkir di halaman apartemen.

2 comments:

  1. jadi kpengen kuliah disana kak :)

    ReplyDelete
  2. Hai mbak Zera, salam kenaal. Kamu kuliah di kampus mana mbak? Masih di China kah?

    Nyasar di blogmu setelah googling tentang China. Hehe. Btw aku juga lagi kuliah di China juga lhoo di kota Nanchang :)

    ReplyDelete